RSS

Minggu, 27 April 2014

MEDIA FACEBOOK SEBAGAI LAYANAN TAMBAHAN BIMBINGAN KONSELING BAGI SISWA SMP



Gaul. Itu adalah sebutan paling populer bagi siswa SMP yang sedang dalam masa puber. Kalau saya tegur mengenai penampilan rambut mereka karena mengikuti gaya rambut pemain bola terkenal yang menurut saya “enggak banget”, mereka pasti akan menjawab, “Ih, Ibu ini gak gaul lho. Heeee...” Saya hanya tersenyum melihat tingkah polah mereka yang dipaksakan itu. Belum lagi bando aneh mirip telinga kelinci. Siswa pria juga sering memakai gelang plastik warna-warni yang jauh dari keren. Itulah masa-masa remaja yang tidak bisa diulang. Sebagai guru, saya harus memposisikan diri sebagai guru dan juga teman mereka. Dengan begitu, mereka akan terbuka terhadap saya.     

Siswa SMP adalah sekumpulan remaja yang senang dengan perubahan, menganggap segala kepopuleran adalah hal penting, dan ingin diterima masyarakat sebagai sosok dewasa. Namun, mereka belum benar-benar mengerti bagaimana menjadi dewasa. Untuk itulah peran pendidikan menjadi hal yang sangat krusial bagi perkembangan remaja. Apabila mereka tidak diarahkan dengan tepat, maka masa depan mereka yang akan terancam.

Berbagai kasus remaja yang sangat memprihatinkan seperti menyimpan video porno di ponsel, menontonnya di internet, bergaya kebarat-baratan akibat televisi, terjadinya bullying saat berselancar di jejaring sosial. Apabila kita sebagai orang tua dan guru tidak melek teknologi, maka masa depan anak kita yang akan menjadi taruhannya.

Sementara itu, perkembangan teknologi informasi semakin hari semakin canggih. Dari mulai penemuan telepon, hingga ponsel, gaget, smartphone, tablet, komputer, dan tidak kalah penting yaitu internet. Internet menjadi tempat khusus baik orang tua maupun remaja. Melalui internet, kita dapat mengetahui berbagai hal di dunia baik pengetahuan lama maupun terbaru.

Saat ini, internet bukanlah hal yang asing bagi masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Penggunanya beragam, termasuk remaja. Bahkan riset dari Amanda Lenhart, peneliti di Pew Internet dan American Life Project, yang mengungkapkan bahwa pengguna online tetap lebih banyak anak muda dibandingkan yang lebih tua dengan persentase 75% anak muda dan hanya 7% bagi yang sudah berumur di atas 65 tahun (http://www.inilah.com/berita/teknologi/2009/01/19/77014/tidak-hanya-abg-kecanduan-facebook/).

Sesuai dengan perkembangan usianya, remaja sedang berada dalam tahapan krisis identitas, cenderung mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, selalu ingin mencoba hal-hal baru, mudah terpengaruh dengan teman-teman sebayanya (peer groups), dan juga mulai suka memperluas hubungan antar pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa dengan teman sebaya, baik laki-laki maupun perempuan. (Sarlito Wirawan Sarwono, Psikologi Remaja (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), h. 24)

Keadaan remaja tersebut dapat dikaitkan dengan perkembangan internet, khususnya jejaring sosial yang semakin populer seperti facebook. Saat ini, remaja tidak hanya memiliki teman di dunia nyata namun juga dunia maya. Mereka pun tidak ingin ketinggalan informasi di dunia maya. Ketika berkenalan dengan orang baru pun bukan hanya nomor hp atau alamat rumah yang ditanyakan, tetapi juga alamat jejaring sosial seperti facebook. Facebook jelas menjadi jejaring sosial yang sangat digandrungi oleh remaja.

Facebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Elliot Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. (http://id.wikipedia.org/wiki/Mark_Zuckerberg). Dan dari banyaknya jejaring sosial yang ada, facebook adalah yang terpopuler hingga saat ini.

Dalam prosesnya, terjadi transformasi kegiatan belajar remaja ke dalam bentuk yang lebih elegan, yakni internet. Saya sebagai guru merasa harus melek internet khususnya facebook. Menyelami remaja bukan hanya saat di sekolah. Namun juga dapat dilakukan melalui dunia maya. Untuk itu, memilih media facebook sebagai tempat berkomunikasi dengan siswa dirasa sangat tepat.

Jejaring sosial facebook dipilih karena fiturnya yang lengkap seperti perpaduan email, friendster, games, kuis dan chatting room. Banyak manfaat yang didapatkan dari penggunaan jejaring sosial facebook, diantaranya yakni sebagai media komunikasi, bersosialisasi dengan teman lama dan baru, meningkatkan kreativitas menulis atau bersenang-senang melalui games termasuk ajang untuk berbisnis.

Melalui facebook, saya juga bisa memantau perkembangan siswa saya. Selain itu, saya dapat membagikan pengetahuan melalui notes atau pun membuat status yang mendidik dan membangun. Siswa pun dapat menggunakan message atau chat apabila ingin curhat. Tugas mata pelajaran BK pun bisa saya berikan melalui facebook.

Inilah pentingnya dunia pendidikan khususnya guru agar melek IT. Hal ini bertujuan agar penggunaan internet oleh siswa lebih banyak dampak positifnya daripada dampak negatifnya.  Semoga semua guru di pelosok tanah air dapat mempelajari teknologi informasi yang kian hari kian canggih. Jayalah pendidikan Indonesia. :-)